Perang Senjata AI: Penyerang Pakai Deepfake, Pembela Pakai Otomatisasi

Lanskap keamanan siber global telah memasuki babak baru yang lebih intens: sebuah “perlombaan senjata” berbasis kecerdasan buatan (AI). Laporan terbaru Cost of a Data Breach Report 2025 yang diterbitkan oleh IBM dan Ponemon Institute mengungkapkan bahwa medan pertempuran kini didominasi oleh penggunaan AI generatif, baik oleh peretas untuk melancarkan serangan maupun oleh perusahaan untuk membendungnya.

Tahun ini, IBM secara khusus mulai mendokumentasikan dan mengukur risiko yang terkait dengan AI. Laporan tersebut menemukan bahwa 16% dari seluruh pelanggaran data yang terjadi melibatkan penyerang yang menggunakan teknologi AI.

Angka ini menandai pergeseran signifikan dalam taktik kejahatan siber, di mana teknologi canggih kini digunakan untuk memanipulasi target manusia dengan presisi tinggi.

Dalam arsenil serangan berbasis AI, manipulasi psikologis menjadi senjata utama. Data menunjukkan bahwa sebagian besar serangan yang digerakkan oleh AI berfokus pada rekayasa sosial (social engineering). Sebanyak 37% dari serangan ini berupa phishing yang dihasilkan oleh AI, sementara 35% lainnya melibatkan penggunaan deepfake untuk penyamaran.

Penggunaan AI generatif (Gen AI) memungkinkan penyerang untuk menyempurnakan dan memperbesar skala kampanye mereka. IBM sebelumnya menemukan bahwa Gen AI mampu memangkas waktu yang dibutuhkan untuk membuat email phishing yang meyakinkan secara drastis, dari 16 jam menjadi hanya lima menit.

Dengan kemampuan menciptakan suara dan video palsu yang meniru orang sungguhan atau merek terpercaya, serangan kini menjadi jauh lebih sulit dideteksi oleh mata manusia biasa.

Namun, di sisi lain pertempuran, teknologi AI juga menjadi penyelamat bagi tim pertahanan. Laporan mencatat bahwa untuk pertama kalinya dalam lima tahun, biaya rata-rata pelanggaran data global turun menjadi USD4,44 juta. Penurunan ini terutama didorong oleh pembendungan ancaman yang lebih cepat berkat pertahanan yang didukung oleh AI dan otomatisasi.

Author: sp4in2br4in

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *