Upaya Wizards of the Coast membangun Dungeons & Dragons sebagai semesta game yang mampu memuat beragam genre kembali berlanjut. Dalam ajang The Game Awards 2025, Wizards memperkenalkan Warlock: Dungeons & Dragons, game aksi-petualangan terbaru yang dikembangkan oleh Invoke Studios.
Pengumuman Warlock hadir di tengah meningkatnya minat terhadap game berbasis D&D, terutama setelah kesuksesan Baldur’s Gate 3. Berbeda dari pendekatan role-playing berbasis giliran yang identik dengan waralaba tersebut, Warlock justru mengambil jalur aksi-petualangan dengan pengalaman bermain yang lebih terfokus dan sinematik. Invoke Studios menyebut game ini masih dalam tahap awal pengembangan, dengan rencana pengungkapan gameplay pada 2026 dan target rilis pada 2027.
Trailer perdana yang ditampilkan di The Game Awards memperkenalkan Kaatri, karakter orisinal yang diperankan oleh Tricia Helfer. Ia digambarkan sebagai mantan ahli senjata yang memperoleh kekuatan supranatural dan harus berhadapan dengan berbagai makhluk berbahaya, termasuk monster ikonik Death Kiss. Nuansa fantasi gelap terasa kuat lewat atmosfer muram, iringan musik berat, serta gambaran dunia yang jauh dari kesan heroik klasik.
Invoke Studios sendiri merupakan pengembang berbasis Montreal yang sebelumnya dikenal sebagai Tuque Games. Studio ini diakuisisi Wizards of the Coast sebagai bagian dari investasi mereka di pengembangan game AAA. Dengan tim sekitar 180 orang, Invoke dihuni pengembang yang telah lama berkecimpung dalam genre aksi-petualangan, sesuatu yang kemudian menjadi dasar pendekatan mereka terhadap semesta D&D.
Jeff Hattem, Vice President of Creative di Invoke Studios, mengatakan pengalaman tersebut menjadi alasan kuat membawa D&D ke jalur aksi.
“Itu sudah menjadi DNA studio kami. Banyak dari tim di sini memiliki pengalaman panjang mengerjakan game aksi-petualangan. Karena itu, kami merasa membawa merek Dungeons & Dragons ke ruang tersebut adalah cara yang tepat untuk membuat game berkualitas dengan keahlian yang kami miliki,” ujar Hattem seperti dikutip dari Polygon Kamis, 8 Januari 2026.
Proyek D&D sebelumnya yang digarap Invoke, Dungeons & Dragons: Dark Alliance (2021), menjadi pelajaran penting. game tersebut menuai respons beragam dan dinilai terlalu ambisius tanpa fokus yang jelas. Menurut Hattem, pengalaman itu mendorong tim untuk mengambil pendekatan berbeda pada Warlock.
“Jika kami mencoba memasukkan terlalu banyak hal yang ditawarkan Dungeons & Dragons, hasilnya justru akan melebar ke mana-mana. Fokus selalu menjadi hal utama. Kami ingin benar-benar jelas dengan visi game yang kami bangun dan menemukan keseruan yang spesifik dari game ini,” kata Hattem.