Misi penyelamatan RRQ Hoshi oleh Ferdiansyah “Ferxiic” Kamaruddin harus menemui jalan terjal. Dalam duel Derby Klasik yang sangat dinanti, RRQ Hoshi harus mengakui keunggulan EVOS dengan skor 1-2.
Kekalahan ini memastikan tim yang dijuluki “Raja dari Segala Raja” gagal total keluar dari zona merah klasemen MPL.
Kilauan Awal Ferxiic Meredup di Game Penentu
Harapan Kingdom (sebutan fans RRQ) sempat melambung tinggi di game pertama. Ferxiic, yang dijuluki “Bayi Macan”, tampil dominan di hutan, menunjukkan mekanik jungler agresif yang menjadi ciri khasnya, dan sukses mengamankan kemenangan serta gelar MVP.
Namun, momentum tersebut gagal dipertahankan. Di Game 2 dan Game 3 yang krusial, gameplay RRQ terlihat goyah, dan dominasi awal Ferxiic meredup.
EVOS berhasil membaca strategi lawan dan mengisolasi Ferxiic, membuat RRQ harus tersungkur dan kehilangan dua game penentu secara beruntun. Hasil ini membuat RRQ kembali harus berpuas diri dengan skor 1-2.
Tantangan Pasca Break
Selepas pertandingan Derby yang memanas, coach dan analisis EVOS dimintai komentar mengenai performa Ferxiic dan jungler RRQ Hoshi lainnya, Sutsujin. Keduanya kompak menyoroti tantangan besar yang harus dihadapi Ferxiic setelah absen.
Vyn, yang sekarang menjabat sebagai coach Evos dan dikenal sebagai salah satu mantan pemain senior, memberikan pandangannya terkait tingkat kesiapan Ferxiic pasca rehat. “Sutsujin lebih ready, karena Ferxiic sudah break setahun,” ujar Vyn.